Di Jazirah Arab zaman Rasulullah SAW
Hiduplah seorang manusia bersama anaknya di sebuah rumah mewah,
dimana sang ayah setiap harinya sibuk mengurusi daganganya, dan jika pulang
dari pasar sibuk lagi mengurus ternak-ternaknya
sampai sampai tidak menghiraukan masuknya waktu shalat, setiap hari
hanya sibuk dengan urusan dunia hingga pada suatu hari telah sampai masa
waktunya untuk hidup di dalam dunia ini . Sang anak menangis meratapi jasad
Sang ayah yang terbujur kaku dan ketika berita ini telah sampai ke orang orang
di sekitarnya lalu masyarakat setempat ber bondong bondong mendatangi sang anak
dan bertanya : hai fulan ada apa gerangan sehingga engkau menangis terseduh
seduh , sang anak menjawab silahkan tuan tuan masuk dan melihatnya sendiri.
Tanpa membuang waktu orang orang
pada masuk dan alangkah terkejutnya melihat se ekor babi hutan terbujur kaku
diatas sebuah dipan nan elok. Seorang diantaranya bertanya. Hai fulan kenapa
ada bani hutan di tempat tidurmu. Sang anak menjawab : Itu bukan babi hutan
melainkan Ayahku yang berubah menjadi babi hutan setelah dia menghembuskan
nafas terakhirnya...
Masyarakat yang datang tadi pada
bubar tidak ada yang mau mengurusi Jasad tadi dan anak itu tinggal sendirian
dan terus menangis lalu ada seorang yang berkata : wahai fulan saya sarankan
agar engkau menemui Rasulullah SAW siapa tahu engkau akan mendapatka jawaban
darinya. Tanpa membuang waktu Sang anak
mendatangi Rasulullah sambil menangis. Peristiwa itu sangat mengharukan
Rasulullah S.A.W yang sedang duduk bersama-sama sahabat yang lain.
"Mengapa engkau menangis wahai anakku?" tanya Rasulullah. "Ayahku telah meninggal tetapi tiada seorang pun yang datang melawat . Aku tidak mempunyai kain kapan, siapa yang akan memakamkan ayahku dan siapa pula yang akan memandikannya?"Tanya anak itu.
"Mengapa engkau menangis wahai anakku?" tanya Rasulullah. "Ayahku telah meninggal tetapi tiada seorang pun yang datang melawat . Aku tidak mempunyai kain kapan, siapa yang akan memakamkan ayahku dan siapa pula yang akan memandikannya?"Tanya anak itu.
“ Apakah engkau tidak punya uang
untuk membelinya : tanya rasulullah “ bahkan Ayahku seorang kaya raya. Kata anak
itu Rasulullah memandangi para sahabat
dan
Segeralah Rasulullah memerintahkan Abu Bakar dan Umar untuk menjenguk jenazah itu. Betapa terperanjatnya Abu Bakar dan Umar, mayat itu berubah menjadi seekor babi hutan. Kedua sahabat itu lalu segera kembali melapor kepada Rasulullah S.A.W.
Maka datanglah sendiri Rasulullah S.A.W ke rumah anak itu. Didoakan kepada Allah sehingga babi hutan itu kembali berubah menjadi jenazah manusia. Kemudian Nabi menyembahyangkannya dan meminta sahabat untuk memakamkannya. Betapa hairannya para sahabat, ketika jenazah itu akan dimakamkan berubah kembali menjadi babi hutan.
Melihat kejadian itu, Rasulullah menanyakan anak itu apa yang dikerjakan oleh ayahnya selama hidupnya.
"Ayahku tidak pernah mengerjakan sholat selama hidupnya," jawab anak itu. Kemudian Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya, "Para sahabat, lihatlah sendiri. Begitulah akibatnya bila orang meninggalkan solat selama hidupnya. Ia akan menjadi babi hutan di hari kiamat.
Segeralah Rasulullah memerintahkan Abu Bakar dan Umar untuk menjenguk jenazah itu. Betapa terperanjatnya Abu Bakar dan Umar, mayat itu berubah menjadi seekor babi hutan. Kedua sahabat itu lalu segera kembali melapor kepada Rasulullah S.A.W.
Maka datanglah sendiri Rasulullah S.A.W ke rumah anak itu. Didoakan kepada Allah sehingga babi hutan itu kembali berubah menjadi jenazah manusia. Kemudian Nabi menyembahyangkannya dan meminta sahabat untuk memakamkannya. Betapa hairannya para sahabat, ketika jenazah itu akan dimakamkan berubah kembali menjadi babi hutan.
Melihat kejadian itu, Rasulullah menanyakan anak itu apa yang dikerjakan oleh ayahnya selama hidupnya.
"Ayahku tidak pernah mengerjakan sholat selama hidupnya," jawab anak itu. Kemudian Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya, "Para sahabat, lihatlah sendiri. Begitulah akibatnya bila orang meninggalkan solat selama hidupnya. Ia akan menjadi babi hutan di hari kiamat.
Nauzu billahi Min Zalik
Shalat mencegah berbuat
kemungkaran, Shalat memberi cahaya dalam kubur, Shalat menentramkan hidup,
Shalat tanda seorang hamba Allah mengikhlaskan Agamanya kepada Sang Khaliq.
Berdasarka cerita tadi ternyata
harta bukanlah ukuran untuk mencapai ke bahagiaan dunia terlebih akhirat.



Unknown



0 komentar:
Posting Komentar