Pages

Jumat, 19 Juli 2013

JENAZAH BERUBAH MENJADI BABI HUTAN ...



Di Jazirah Arab zaman Rasulullah SAW
Hiduplah seorang  manusia bersama anaknya di sebuah rumah mewah, dimana sang ayah setiap harinya sibuk mengurusi daganganya, dan jika pulang dari pasar sibuk lagi mengurus ternak-ternaknya  sampai sampai tidak menghiraukan masuknya waktu shalat, setiap hari hanya sibuk dengan urusan dunia hingga pada suatu hari telah sampai masa waktunya untuk hidup di dalam dunia ini . Sang anak menangis meratapi jasad Sang ayah yang terbujur kaku dan ketika berita ini telah sampai ke orang orang di sekitarnya lalu masyarakat setempat ber bondong bondong mendatangi sang anak dan bertanya : hai fulan ada apa gerangan sehingga engkau menangis terseduh seduh , sang anak menjawab silahkan tuan tuan masuk dan melihatnya sendiri.
Tanpa membuang waktu orang orang pada masuk dan alangkah terkejutnya melihat se ekor babi hutan terbujur kaku diatas sebuah dipan nan elok. Seorang diantaranya bertanya. Hai fulan kenapa ada bani hutan di tempat tidurmu. Sang anak menjawab : Itu bukan babi hutan melainkan Ayahku yang berubah menjadi babi hutan setelah dia menghembuskan nafas terakhirnya...
Masyarakat yang datang tadi pada bubar tidak ada yang mau mengurusi Jasad tadi dan anak itu tinggal sendirian dan terus menangis lalu ada seorang yang berkata : wahai fulan saya sarankan agar engkau menemui Rasulullah SAW siapa tahu engkau akan mendapatka jawaban darinya. Tanpa membuang waktu  Sang anak mendatangi Rasulullah sambil menangis. Peristiwa itu sangat mengharukan Rasulullah S.A.W yang sedang duduk bersama-sama sahabat yang lain.

"Mengapa engkau menangis wahai anakku?" tanya Rasulullah. "Ayahku telah meninggal tetapi tiada seorang pun yang datang melawat . Aku tidak mempunyai kain kapan, siapa yang akan memakamkan ayahku dan siapa pula yang akan memandikannya?"Tanya anak itu.
“ Apakah engkau tidak punya uang untuk membelinya : tanya rasulullah “ bahkan Ayahku seorang kaya raya. Kata anak itu Rasulullah memandangi para sahabat  dan

Segeralah Rasulullah memerintahkan Abu Bakar dan Umar untuk menjenguk jenazah itu. Betapa terperanjatnya Abu Bakar dan Umar, mayat itu berubah menjadi seekor babi hutan. Kedua sahabat itu lalu segera kembali melapor kepada Rasulullah S.A.W.

Maka datanglah sendiri Rasulullah S.A.W ke rumah anak itu. Didoakan kepada Allah sehingga babi hutan itu kembali berubah menjadi jenazah manusia. Kemudian Nabi menyembahyangkannya dan meminta sahabat untuk memakamkannya. Betapa hairannya para sahabat, ketika jenazah itu akan dimakamkan berubah kembali menjadi babi hutan.

Melihat kejadian itu, Rasulullah menanyakan anak itu apa yang dikerjakan oleh ayahnya selama hidupnya.

"Ayahku tidak pernah mengerjakan sholat selama hidupnya," jawab anak itu. Kemudian Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya, "Para sahabat, lihatlah sendiri. Begitulah akibatnya bila orang meninggalkan solat selama hidupnya. Ia akan menjadi babi hutan di hari kiamat.
Nauzu billahi Min Zalik
Shalat mencegah berbuat kemungkaran, Shalat memberi cahaya dalam kubur, Shalat menentramkan hidup, Shalat tanda seorang hamba Allah mengikhlaskan Agamanya kepada Sang Khaliq.
Berdasarka cerita tadi ternyata harta bukanlah ukuran untuk mencapai ke bahagiaan dunia terlebih akhirat.

BOCAH MISTERIUS DI BULAN RAMADHAN


Bocah Misterius di Bulan Ramadhan

Bismilahir-Rahmaanir-Rahim

Bocah itu menjadi pembicaraan di kampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda remaja di atasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan.

Ya, bagaimana tidak menyebalkan. Anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari dengan sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala, sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat pada plastik tersebut.

Pemandangan tersebut menjadi biasa apabila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa. Tapi ini justru terjadi pada tengah hari ketika bulan puasa. Bulan ketika banyak orang yang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya. Pemandangan itu semakin tidak biasa, karena tiga hari semenjak kehadiran bocah itu matahari begitu terik tidak seperti biasanya.

Lukman mendapat laporan dari orang-orang kampung mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah itu menyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut. Pernah ada yang melarangnya, akan tetapi orang itu malah mundur dan keheranan. Setiap dilarang bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan sehingga membuat orang yang melarangnya mundur ketakutan.

Lukman memutuskan akan menunggu bocah itu. Kata orang kampung belakangan ini setiap ba'da Zuhur bocah itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh seperti hari-hari kemarin dan akan muncul juga dengan es kelapa dan roti daging yang sama pula. Tidak lama Lukman menunggu, benar saja bocah itu muncul lagi dengan menari-nari seraya menyerupu es kelapa itu.

Tingkah boca itu jelas akan membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga. Lukman pun menegurnya, namun bukannya takut bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar.

"Bismilah" ucap Lukman dengan kembali mencekram bocah itu. Ia kuatkan mentalnya kemudian ia berpikir kalau memang ini bocah jadi-jadian ia akan korek semua apa maksud dari semua ini. Dan andaikan bocah ini memang "Bocah Beneren"pun, ia akan cari keterangan siapa dan darimana bocah tersebut.

Mendengar ucapan bismilah tadi, bocah itupun mendadak menuruti tangan Lukman. Lukman pun menyentak tangannya, menyeret dengan halus bocah itu dan membawanya ke rumah. Gerakan Lukman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya oleh orang yang melihatnya" Ada apa tuan, melarang saya minum es dan roti isi daging ini? bukankah ini kepunyaan saya?" tanya bocah itu sesampainya di rumah Lukman, seakan-akan ia tahu bahwa Lukman akan bertanya tentang kelakuannya.

Matanya masih lekat menatap wajah Lukman. "Maaf ya, itu karena kamu melakukkannya di bulan puasa" jawab Lukman dengan halus "Apalagi seharusnya kamu tahu seharusnya kamu juga berpuasa? kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu" sebenarnya masih banyak unek-unek Lukman untuk mengomeli anak itu tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Lukman selesai. Ia menatap Lukman dengan lebih parah lagi.

"Itukan yang kalian lakukkan pada kami semua! bukankah kalian lebih sering melakukkan hal ini ketimbang saya? kalian selalu mempertotonkan kemewahan ketika kami hidup di bawah garis kemiskinan pada sebelas bulan di luar bulan puasa?"

"Bukankah kalian lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?"

"Bukankah kalian selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?"

"Bukankah kalian selalu berobat apabila sakit sedikit menyerang, sedangkan kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal!"

"Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja untuk menahan lapar dan haus? ketika bedug maghrib berlalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali kepada kerakusan kalian!" Bocah itu terus berbicara tanpa memberi kesempatan Lukman untuk menyela.

Tiba-tiba suara bocah itu berubah kalau tadinya suara bocah itu cukup tegas dan terdengar sangat "menusuk" kini ia bersuara lirih dan mengiba "Ketahuilah Tuan, kami berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski belum waktunya bulan puasa, lantaran memang tiada makanan yang bisa kami makan, sedangkan Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.

"Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang disekiling tuanlah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian luar biasa mewahnya, lalu kalian menyambut itu Ramadhan dan Idul fitri?"

"Bukankah kalian juga senantiasa berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan Idul Fitri?"

"Tuan sebelas bulan kalian tertawa disaat kami menangis, bahkan di bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian seberapa pula. Tuan, kalianlah yang menggoda kami, yang melupakan kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan Ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah apa yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami! tuan, sadarkah tuan akan ketidak abadian harta?"

"Lalu kenapakah kalian selalu mendekap harta secara berlebihan? Tuan, sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat?"

"Bahkan, berlebihnya Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat. Taukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang menimpa? Tuan janganlah merasa aman apabila kaki masih menginjak bumi"

"Tuan, janganlah perut terasa kenyang lantaran masih tersimpan pangan untuk setahun, jangan pernah merasa bumi tidak akan pernah menyatu dengan matahari kelak"

Wuahhh, entahlah apa yang ada di kepala dan hati Lukman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulutnya, hal ini menambah keyakinan Lukman bahwa ia bukanlah bocah sembarangan. Setelah berkata tajam dan pedas seperti itu, bocah itu pergi begitu saja dan meninggalkan Lukman yang terbengong-bengong.

Di kejauhan, ia melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar Lukman segera berlari mengejar bocah itu keluar rumah, hingga ke tepian jalan kampung Ketapang. Ia edarkan seluruh pandangannya ke sudut yang dapat dilihatnya, namun ia tak kunjung juga menemukan bocah itu.

Di tengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, namun semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran di depan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Lukman. Bocah itu benar-benar misterius dan sekarang ia malah menghilang. Lukman tidak mau main-main, segera ia putar langkah menuju rumah. Ia ambil sajadah kemudian sujud syukur.

Meski peristiwa tadi irrasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul apa adanya yang dikatakan bocah misterius itu. Bocah tadi memberikan pelajaran berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat.

Lukman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Lukman tidak mau menjadi bagian yang disebut Allah buta matahatinya. Sekarang yang ada dipikirannya, entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialami bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyak orang.

Kejadian bersama bocah itu begitu berharga kepada siapa saja yang menghendaki, bercahayanya hati. Pertemuannya itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Lukman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Lukman rindu dengan kalimat pedas dan tuding-tudingan yang memang betul adanya. Lukman rindu akan kehadiran bocah itu agar ada seorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.

Semoga ulasan di atas dapat membantu kita agar lebih memahami tentang apa arti ibadah puasa yang sebenarnya, karena saya sendiri pun berpikiran sama dengan orang itu (Lukman) bahwa semua yang di sebutkan bocah itu memang benar adanya.
Semoga pembaca Artikel ini dilimpahkan Rahmat yang tak terhingga
Amin  ya Rabbal  Alamin....

6 KEUTAMAAN MENGKHATAMKAN AL-QUR'AN



Keutamaan mengkhatamkan Al-Qur’an diantaranya:

1.  Amalan yang paling di cintai oleh Allah Ta'ala.

Dari Ibnu Abbas Ra, beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah Saw, “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling di cintai Allah?” Beliau menjawab,”Al-hal wal murtahal. “Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (H.R. Tirmidzi)
Keterangan :
Sebagaimana para ahli tasawwuf mengatakan bahwa :
Tak kenal maka tak Cinta, Tak Cinta maka Taka Sayang,   Orang orang yang cinta kepada Allah maka Allah akan mencintainya , dan jika anda mau di cintai Allah maka hendaklah selalu menghatamkan Al-Qur’an.

2.  Orang yg mengikuti khataman Al-Qur’an, seperti mengikuti pembagian ghanimah. Dari Abu Qilabah, Rasulullah saw. mengatakan,

“Barangsiapa yang menyaksikan (mengikuti) bacaan Al-Qur’an ketika dibuka (dimulai), maka seakan-akan ia mengikuti kemenangan (futuh) fi sabilillah. Dan barangsiapa yang mengikuti pengkhataman Al-Qur’an maka seakan-akan ia mengikuti pembagian ghanimah.” (HR. Addarimi)
Keterangan :
Bayangkan Saudara (i) Mengikuti , melihat, menyksikan saja orang menghatamkan Al-Qur’an kita dapat bagian darinya, begitu Indahnya ISLAM .

3.  Mendapatkan Doa dan Shalawwat dari Malaikat.

Dari mus’ab bin Sa’ad, dari Sa’ad bin Abi waqas, beliau mengatakan, “Apabila Al-Qur’an dikhatamkan bertepatan pada permulaan malam, maka malaikat akan bershalawat (berdo’a) untuknya hingga subuh. Dan apabila khatam bertepatan pada akhir malam, maka malaikat akan bershalawat/berdo’a untuknya hingga sore hari.” (H.R. Addarimi)
Keterangan :
Orang orang yang suka menghatamkan Al-Qur’an seluruh Alam ikut mendoakannya.

4.  Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW.

Mengkhatamkan Al-Qur’an merupakan sunnah Rasulullah Saw. Hal ini tergambar dari hadits berikut : Dari Abdullah bin Amru bin Ash, beliau berkata, “Wahai Rasulullah Saw, berapa lama aku sebaiknya membaca Al-Qur’an?” Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam satu bulan.” Aku berkata lagi, “Sungguh aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam dua puluh hari.” Aku berkata lagi “Aku masih mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah.” Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam lima belas hari.” “Aku masih mampu lebih dari it, wahai Rasulullah” Beliau menjawab,”Khatamkanlah dalam sepuluh hari.” Aku menjawab, “Aku masih lebih mampu lagi, wahai Rasulullah” Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam lima hari.” Aku menjawab, “Aku masih lebih mampu lagi, wahai Rasulullah.” Namun beliau tidak memberikan izin bagiku. (H.R. Tirmidzi)
Keterangan :
Cinta kepada Rasul hendaklah bersalawat kepadanya , Cinta kepada Rasul hendaklah mengikuti Sunnahnya.

5.  Mendapatkan ketengan jiwa atau hati yang sangat luar biasa.

Sebagaimana diterangkan dalam surah Al-Isra [17] ayat 82, Alquran diturunkan Allah SWT untuk menjadi obat segala macam penyakit kejiwaan. Sehingga para pembaca Alquran, bahkan orang yg mendengarkan bacaannya mendapat pula ketenangan jiwa.

6. Mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari Kiamat. Hal ini dijelaskan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim. “Bacalah Alquran oleh kamu sekalian, karena bacaan Alquran yang dibaca ketika hidup di dunia ini, akan menjadi syafaat/penolong bagi para pembacanya di hari Kiamat nanti.”

Semoga kita termasuk hamba2Nya yg senantiasa membaca Al-Qur'an serta menghatamkannya.. Aamiin ya Rabbala'alamiin.InsyaAllah.

Salam

Kamis, 18 Juli 2013

10 UCAPAN WANITA YANG BIKIN LELAKI SEMAKIN CINTA PADANYA

Layaknya wanita, pria juga merasa bahagia jika mendengar kata-kata manis dari pasangannya. berikut beberapa hal yang diucapkan wanita, yang dapat membuat para pria bahagia, seperti dikutip dari Helium.

1. “Aku bangga padamu”
Mengungkapkan kebanggan Anda terhadap pasangan, akan membuatnya merasa menjadi seseorang yang berharga bagi Anda. Selain bahagia, Anda juga membangkitkan kepercayaan dirinya.

2. “Aku cinta padamu”
Jangan bosan untuk mengungkapkan kata cinta. Ingatkan terus padanya, betapa Anda mencintainya. Kata-kata itu akan membuat harinya lebih bermakna.

3. “Kamu sangat menarik”
Pria juga perlu dibesarkan hatinya. Terkadang, ia juga merasa tidak percaya diri mengenai penampilannya. Pujian tulus dari Anda akan membesarkan hatinya. Ia akan merasa menjadi orang paling menarik di dunia.

4. “Kamu cerdas”
Otak dan pikiran logis adalah hal yang paling diagungkan oleh para pria. Salah satu yang membuat mereka merasa ‘lebih’ dari wanita adalah pendapat, bahwa pria lebih logis dari wanita. Memuji kecerdasannya adalah hal yang paling ingin didengar para pria.

5. “Terima Kasih”
Kata terima kasih yang tulus akan membuat para pria memiliki nilai yang lebih. Perasaan dapat membuat para wanitanya senang akan membuat pria bahagia.

6. “Aku menghargai usahamu”
Pria kadang pernah merasa gagal. Saat ini yang ia butuhkan adalah ucapan yang membuatnya merasa dihargai. Bukan karena hasil yang ia dapatkan, melainkan untuk semua usaha yang telah ia lakukan.

7. “Kamu yang terbaik”
Pria juga perlu tahu bahwa tak ada pria lain yang mampu mengambil hati Anda. Jangan bosan-bosan untuk meyakinkannya.

8. “Kau membuatku merasa aman”
Merasa layaknya seorang pahlawan di mata pasangan membuat rasa percaya diri pria meningkat. Menjadi pelindung pasangan adalah hal yang paling iya inginkan.

9. “Aku membutuhkanmu”
Merasa dibutuhkan juga merupakan hal yang paling diinginkan seorang pria. Jangan pernah merasa gengsi untuk mengatakannya.

10. “Kau tak akan terganti”
Mengetahui bahwa ia satu-satunya pria terbaik di hidup Anda, akan membuatnya ‘melambung tinggi’. Ia pun akan merasa sangat dicintai.

7 KUNCI KEBAHAGIAAN


Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA, 7 Kunci Kebahagiaan adalah :

1. Jangan membenci siapapun, walau ada yg menyalahi hakmu.

2. Jangan pernah bersedih secara berlebihan, sekalipun problem memuncak.

3. Hiduplah dalam kesederhanaan sekalipun serba ada.

4. Berbuatlah kebaikan sekalipun banyak musibah.

5. Perbanyaklah memberi walaupun anda sedang susah.

6. Tersenyumlah walaupun hatimu sedang mnangis.

7. Jangan memutus doa untuk saudara mukmin.

Ya Allah...
Muliakanlah orang yang membaca status ini
Lapangkanlah hatinya

Bahagiakanlah keluarganya
Luaskan rezekinya seluas lautan

Mudahkan segala urusannya
Kabulkan cita-citanya

Jauhkan dari segala Musibah
Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah, Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar

Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang me-LIKE dan membagikan status ini...

Aamiin ya Rabbal Alamin.......7x




KALIMAT PENGHAPUS DOSA

Barang siapa hafal Tujuh Kalimat, ia terpandang mulia di sisi ALLAH dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebesar lautan :

(1) Mengucap 'Bismillah', pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.

(2) Mengucap 'Alhamdulillah', pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.

(3) Mengucap 'Astagfirullah', jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.

(4) Mengucap 'Insya Allah', jika merencanakan berbuat sesuatu dihari esok.

(5) Mengucap 'La haula wala kuwwata illa billah', jika menghadapi sesuatu yang tak disukaiatau yang tak diingini.

(6) Mengucap 'Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun', jika menghadapi dan menerima musibah.

(7) Mengucap 'La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah', sepanjang siang malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.

Semoga ALLAH melapangkan rezeki dan kebahagiaan yang melimpah buat sahabat-sahabatku yang mengucapkan : " Allahu Akbar "